GMNI Kota Pekanbaru Serukan Nasionalisasikan Aset Asing

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang telah berusia 83 tahun pada hari ini 28 Oktober 2011, maka Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI ) Kota Pekanbaru melakukan aksi Supportivitas dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda tersebut.

Eddy Marhaen selaku Kepala Lembaga Kajian Ideologi ( LKI ) GMNI mengatakan sudah Sepantasnyalah “Roh” Sumpah Pemuda dikobarkan secara terus menerus untuk memberikan semangat perjuangan di kalangan pemuda menuju terciptanya Indonesia yang dicita-citakan sebagaimana yang diamanahkan dalam Undang-Undang Dasar 1945,” BANGSA YANG MERDEKA,BERSATU,BERDAULAT, ADIL, DAN MAKMUR.

Mencermati kondisi Indonesia saat ini, sungguh sebuah kemunduran bahwa pembangunan bersumber daya alam tidak sepenuhnya dipergunakan bagi kemakmuran rakyat secara adil dan merata sebagaimana yang diamanahkan pada UUD 1945 pasal 33. Justru yang terjadi adalah sumber daya alam baik, energi, mineral/tambang, air, hasil hutan, pertanian maupun perkebunan dikuasai pelaku-pelaku usaha asing ungkap Royan Suyasepta selaku Korlap aksi. Sehingga pemerintah harus segera merevisi UU No. 25 Tahun 2007 tentang penanaman modal asing di Indonesia, dan segala Undang – Undang yang bertentangan dengan konstitusi Negara (UUD 1945), tegas Bung Royan.

Dalam aksi tersebut GMNI Kota Pekanbaru menyampaikan beberapa sikap yang didasari kondisi okjektif masyarakat Indonesia pada saat ini yang disampaikan oleh Ketua Cabang GMNI Kota Pekanbaru ( Bung Josh Dowel )

1.Mendesak pemerintah untuk mengkaji ulang/revisi/menasionalisasikan pemberian kontrak minyak dan gas (migas) emas, batubara yang bersumber dari alam di Indonesia yang tidak menguntungkan dan sangat merugikan lingkungan.

2.Mendesak kepada pemerintah memberhentikan pemberian ijin/mencabut ijin perusahaan asing di sektor pertanian dan perkebunan, khusunya kelapa sawit yang sudah pasti mampu untuk dilaksankan oleh bangsa Indonesia sendiri.

3.Mendesak pemerintah agar segera menghentikan impor bahan – bahan pangan seperti beras, garam dan yang lainnya yang masih bisa di produksi di dalam negeri sendiri, yang bertujuan untuk melindungi petani Indonesia serta untuk menegakkan kedaulatan pangan Negara Indonesia.

4.Menyerukan kepada seluruh kompenan bangsa Indonesia untuk tetap mengedepankan semangat persatuan dalam membangun Indonesia, sebagaimana ikrar SUMPAH PEMUDA yang memperjuangkan bangsa dan negara Indonesia dalam melepaskan diri dari tangan penjajah yang merampas kekayaan alam Indonesia.

Sehingga dalam momentum sumpah pemuda ini, mari kita bersatu untuk merebut kesejahteraan yang selama ini telah dirampas oleh pihak – pihak yang tidak lagi peduli kepada kedaulatan Negara Indonesia, tegas Bung Josh Dowel.

Aksi juga dilakukan dengan pembagian selebaran ke masyarakat tentang 33 Perusahaan Asing Penunggak Pajak yang telah merugikan Negara sebesar Rp. 6 Triliun ( sumber WWW.republika.co.id: ICW mengutip audit BPK )

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: