Diskusi Umum DPC GMNI Pekanbaru : Potret Buramnya Hukum Di Indonesia

Jumat, 16/09/2011

DPC GMNI KOTA Pekanbaru membuat acara diskusi umum yang dilaksanakan di sekretariat PA GMNI RIAU pada hari jum’at (16/09/11), bersama alumni GMNI Drs. Achmad Basarah,M.H yang merupakan anggota komisi III DPR – RI Periode 2009-2014.

Tema yang di usung pada acara diskusi tersebut adalah “Potret Buramnya  Hukum di Indonesia ”  yang berlangsung mulai pukul 20:30 Wib sampai dengan Pukul 23:00 Wib. Dalam hal ini peserta yang hadir kurang lebih 50 Orang peserta yang terdiri dari anggota dan kader GMNI se-pekanbaru juga dihadiri oleh Beberapa pengurus ALUMNI GMNI Riau.

Dalam diskusi tersebut Bang Bas (demikian sapaan akrabnya) menyampaikan bahwa tidak dapat dipungkiri korelasi antara kekuasaan dan kekayaan alam yang dipadu dengan otonomi daerah, telah menjadi peluang besar munculnya tindakan-tindakan korup para pejabat. Sebagai contoh berdasarkan kajian bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi memberikan nilai merah kepada Pemerintah Kota Pekanbaru atas integritas pelayanan publik. Dan dari hasil surveri TII yang dilakukan di 50 kota , Pekanbaru memiliki skor terendah 3,61. Adapun Bali tertinggi dengan skor (6,71) disusul Tegal ( 6,26), dan Surakarta (6,0). Ini berarti bahwa IPK Pekanbaru menempati posisi terendah yang mendapatkan kepercayaan publik.

 

Bang Bas juga mengatakan berbagai kasus korupsi yang saat ini sedang mengamuka seharusnya dapat diselesaikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi secepat mungkin. Desakan dan kepercayaan publik terhadap KPK untuk menyelesaikan berbagai kasus korupsi di Riau seharusnya dijadikan KPK sebagai semangat penegakan hukum.       Perlunya KPK menyelesaikan kasus-kasus korupsi tersebut adalah sebagai sebuah bentuk tindakan hukum yang akan memberikan kepastian hukum terhadap status seseorang yang diduga pelaku korupsi. Tanpa adanya kejelasan status tersebut akan menciptakan peluang kolusi yang dapat dijadikan ajang tawar-menawar perkara. Sehingga penegakan hukum yang cepat dan benar tidak akan pernah terwujud.

Dibentuknya Pengadilan Tipikor di Pekanbaru juga merupakan sebuah bukti komitmen bahwa penegakan hukum khususnya dalam pemberantasan Tipikor harus menjadi prioritas. Hakim-hakim Tipikor yang ditunjuk secara khusus juga harus berani menghukum seorang kepala daerah yang bersalah dan membebaskan seorang kepala derah yang tidak bersalah. Saat ini mantan bupati Siak yang sedang diperiksa di Pengadilan Tipikor Pekanbaru adalah sebuah semangat awal penegakan hukum. Desakan publik tidak boleh dijadikan hakim menghukum seseorang karena dapat meniadakah hak seorang terdakwa. Hakim harus melihat perkara secara komprehensif, jika mantan bupati Siak memang terbukti tidak bersalah, maka hakim demi hukum dan kebenaran harus membebaskan yang bersangkutan, “tegas bang Bas”.

 

Sebelum diskusi berakhir bang Bas mengatakan kepada seluruh kader-kader GMNI agar lebih memperhatikan kredibilitas dan indenpendensi  para penegak hukum, karena dalam proses penegakan hukum baik Polri, Jaksa dan KPK bukanlah malaikat yang selalu memeriksa suatu perkara dengan benar. Sehingga harapan mendapatkan keadilan di pengadilan harus dapat di jawab oleh hakim-hakim yang memeriksa kasus. Semoga penegakan hukum yang tidak menciderai rasa keadilan rakyat dapat direalisasikan kedalam bentuk penegakan hukum yang konkret dan transparan.

 

Bung Josh Dowel selaku Ketua DPC GMNI Pekanbaru menegaskan kepada seluruh kader-kader GMNI Pekanbaru yang hadir pada saat itu, agar menanamkan rasa optimisme di diri tiap anggota dan kader GMNI untuk masa depan Indonesia yang lebih baik, serta jauh kan sikap yang terlalu pesimis terhadap kondisi Indonesia hari ini, yakinkan bahwa Indonesia pasti akan lebih baik dimasa depan, dan DPC GMNI kota Pekanbaru akan terus mempersiapkan kader-kader yang tangguh dan bermoral, untuk selalu siap mengawal segala kebijakan-kebijakan pemerintah agar tidak lari dari koridor nilai-nilai pancasila serta UUD’45.

 

Dengan demikian setelah berakhirnya acara diskusi, seluruh peserta diskusi beserta Alumni GMNI yang hadir pada saat itu berphoto dan berjabatan tangan bersama bang Basarah.

 

About these ads
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: